TAK hanya dari kalangan berada, jemaah calon haji nonkuota asal Gambut, Kabupaten Banjar, yang gagal berangkat pada awal November lalu di antaranya ada pasangan suami-istri yang berprofesi sebagai guru SD.
"Saat pertama mendengar tidak jadi berangkat haji, terus terang kami syok. Bahkan istri saya selama empat hari tidak mengajar di sekolahnya. Dia memilih diam di rumah. Sedangkan saya dua hari absen mengajar," tutur warga Gambut ini getir, Sabtu (13/11/2010).
Dikatakannya, tidak hanya warga gambut yang batal berangkat ke Tanah Suci. "Seorang teman istri saya di Martapura dan 99 warga lainnya juga mengalami hal serupa. Mereka mestinya berangkat pada 8 November lalu, namun gagal lantaran visa hajinya tidak keluar," ujarnya.
Saat dikonfirmasi, satu dari 100 jemaah calon haji asal Martapura yang bernama Mas'amah, membenarkan hal itu. "Tetapi semuanya sudah beres dan diselesaikan dengan cara baik-baik. Thanks before," ucapnya via SMS yang dikirim kepada Metro, kemarin siang.
Sementara itu, Fahmi, karyawan perusahaan biro perjalanan yang gagal memberangkatkan 21 calon haji di Gambut, menyebutkan hanya ada empat orang yang menarik uangnya. Sisanya memilih berangkat pada 2011 dengan memindahkan visa haji nonkuota menjadi ONH Plus.
"Kami sudah mendaftarkan 17 orang yang setuju berangkat di 2011 dengan ONH Plus. Paling lambat satu bulan Nomor Porsi ONH Plus dari Kementerian Agama RI sudah terbit," ucap Fahmi.
Dijelaskannya, permasalahan ini mencuat karena ada salah satu travel yang sudah memberangkatkan jemaahnya dengan visa haji nonkuota, namun saat di Makkah ternyata mereka terlantar.
"Peristiwa itu diketahui oleh Kementerian Agama RI, sehingga terpaksa pemberangkatan jemaah lain disetop untuk sementara waktu," jelas Fahmi.
Bercermin pada kejadian itu, sambungnya, tidak menutup kemungkinan pemberangkatan jemaah calon haji lewat visa haji nonkuota dihentikan untuk selamanya.
Menurut Fahmi, sebenarnya keberangkatan jemaah calon haji menggunakan visa haji nonkuota merupakan kesepakatan travel dengan kedutaan Arab Saudi.
"Terus terang kami mengalami kerugian tidak sedikit karena tiket calon jemaah haji PP dari Jakarta-Jeddah-Jakarta sudah disiapkan. Tempat penginapan pun sudah dibayar uang mukanya," pungkas Fahmi. (Bpost)
Jonam
Minggu, 14 November 2010
Sabtu, 13 November 2010
Bongkar Kedok Barat

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mahmoud Farazandeh mengatakan, Tehran tidak akan tunduk terhadap tekanan. Ia menuding Barat berusaha menciptakan ketegangan di Timur Tengah.
"Dalam tiga dekade terakhir, adidaya dunia dan sekutu mereka senantiasa berupaya menciptakan ketidakamanan dan mengganggu ketenangan umat Islam di Timur Tengah," kata Farazandeh kemarin (Jumat,12/11) sebagaimana dilaporkan Press TV.
"Barat melalui propaganda anti-Iran, ingin memaksa Tehran bertekuk lutut, tapi ini tidak akan pernah terjadi," tegasnya. "Ketika Barat menyadari tidak bisa menghadapi sikap tegas Presiden Mahmoud Ahmadinejad, yang selalu menyuarakan keadilan, mereka mencoba untuk memprovokasi dan menghasut massa pasca pemilu presiden pada 2009 lalu," tambah Farazandeh.
"Meskipun Barat menuding Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir dan merusak perdamaian dunia, kami telah berulang kali menegaskan bahwa aktivitas nuklir kami bertujuan damai dan kami hanya berusaha untuk memproduksi energi nuklir," jelas Farazandeh.
Di saat AS mengembangkan dan menggunakan senjata nuklir, Washington telah mendorong pengesahan sejumlah resolusi di Dewan Keamanan PBB dan menjatuhkan sanksi sepihak atas Iran dengan tuduhan negara Islam ini mengembangkan program nuklir militer.
Para pejabat Tehran berulang kali membantah tuduhan itu dan menekankan bahwa sebagai anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), Iran berhak memperoleh energi nuklir damai.
Farazandeh mengatakan, tidak ada perbedaan antara Presiden Barack Obama, yang mengusung slogan perubahan dan mantan Presiden George W. Bush. "Obama memiliki kebijakan yang sama seperti Bush, karena itu kita masih menyaksikan berlanjutnya perang di Afghanistan, Irak dan Palestina" tegasnya.
Farazandeh menandaskan, meski Obama menjanjikan penarikan pasukan Amerika dari Irak dan Afghanistan setelah terpilih sebagai presiden, tapi ia justru mengirimkan sekitar 30.000 tentara tambahan ke Afghanistan dan ketika kekerasan di Irak meningkat, ia malah diundang ke Norwegia dan diberi Hadiah Nobel Perdamaian. (IRIB/RM)
Kamis, 04 November 2010
Harry Potter Dituding Sebagai Penyebab Krisis Burung Hantu di India

NEW DELHI--MICOM: Menteri Lingkungan Hidup India Jairam Ramesh telah menyalahkan penggemar Harry Potter sebagai penyebab menghilangnya burung hantu di negeri itu, sebab anak-anak berusaha meniru bocah penyihir itu dengan mengambil burung liar tersebut sebagai hewan peliharaan.
Buku dan film laris itu, yang sangat terkenal di India, menampilkan burung hantu bersalju yang diberi nama Hedwig, yang merupakan sahabat karib berbulu bagi tokoh Harry Potter dan digunakan untuk mengirim surat. "Setelah film Harry Potter, tampaknya ada ketertarikan aneh bahkan di kalangan masyarakat kelas menengah perkotaan untuk memberi burung hantu kepada anak-anak mereka," kata Ramesh pada Rabu (3/11), sebagaimana dilaporkan oleh BBC.
Pernyataan Menteri Lingkungan Hidup India itu disampaikan saat kelompok pecinta hewan, Traffic, menyerahkan laporan yang diberi nama "Imperilled Custodians of the Night", yang memperingatkan mengenai kemerosotan populasi burung hantu di India. Para peneliti mendapati bahwa makin banyak jumlah burung hantu yang dikurung di kandang, diperdagangkan atau dibunuh untuk upacara ilmu hitam.
Traffic menyerukan dilakukannya tindakan lebih keras untuk melindungi burung tersebut sebelum Diwali, salah satu festival terbesar umat Hindu, yang dimulai Jumat (5/11). Organisasi itu menyatakan burung hantu kadangkala dikorbankan pada acara keberuntungan.
by : mediaindonesia.com
Langganan:
Postingan (Atom)